Personal Blog of jaenudinarc92.blogspot.com, @jayjawir || Blog yang membahas tentang Arsitektur, Berita umum, dan Hal - hal yang menarik serta inspiratif.
Sabtu, 23 April 2011
Arti Rumah dalam Status Sosial
Pengertian status sosial sendiri adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Dalam struktur masyarakat, orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan di tempatkan lebih tinggi di bandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. Bangunan rumah orang-orang yang tergolong dalam kelas menengah keatas dan menengah kebawah pasti mempunyai perbedaan. Contohnya rumah para pejabat tinggi dengan rumah karyawan biasa. Dari contoh tersebut bisa kita simpulkan bahwa keadaan ekonomi dapat mempengaruhi status sosial seseorang dalam masyarakat sekitar.
sumber :http://abaslessy.wordpress.com/2010/10/19/fungsi-rumah-dalam-status-sosial-masyarakat-sekitar/
Fungsi Rumah Dalam sosial masyarakat umum
Pengertian status sosial sendiri adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Status sosial ini kemudian menggolongkan masyarakat itu menjadi lapisan-lapisan sosial tertentu seperti status sosial tinggi, menengah, dan rendah. Pembedaan ini disebut stratifikasi sosial yang terjadi karena adanya kelompok-kelompok dan struktur yang berbeda dalam masyarakat. Sebagai anggota kelompok seseorang mempunyai suatu kedudukan tertentu dalam kelompoknya. Kedudukan tersebut merupakan status seseorang di dalam kelompoknya.
sumber : http://difocool.blogspot.com/2011/03/fungsi-rumah-dalam-status-sosial.html
Fungsi Atap Rumah Gadang Dalam Arsitektur Anti Gempa
Sabtu, 02 April 2011
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN BUDAYA DALAM LINGKUP ARSITEKTUR
Secara umum Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya memiliki beberapa unsur :
1. Sistem agama
2. Politik
3. Adat istiadat
4. Bahasa
5. Perkakas
6. Pakaian
7. Bangunan
8. Karya seni.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan
hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan.
Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.
Disini akan membahas unsur budaya bangunan dan karya seni, atau lebih tepatnya
dikatakan sebagai system ARSITEKTUR. Dalam konteks ini bisa diambil dari system
rumah adat jawa tengah (joglo).
Budaya arsitektur rumah joglo:
- Panggang-pe, yaitu bangunan hanya dengan atap sebelah sisi.
- Kampung, yaitu bangunan dengan atap 2 belah sisi, sebuah bubungan di tengah
saja.
- Limasan, yaitu bangunan dengan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan de
tengahnya.
- Joglo atau Tikelan, yaitu bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi,
sebuah bubungan di tengahnya.
- Tajug atau Masjid, yaitu bangunan dengan Soko Guru atap 4 belah sisi, tanpa
bubungan, jadi meruncing.
sumber :
http://kayukecil.blogspot.com/2011/03/secara-umum-budaya-adalah-suatu-cara.html
Arsitektur sebagai unsur kebudayaan merupakan salah
satu bentuk bahasa nonverbal manusia, alat komunikasi manusia nonverbal ini
mempunyai nuansa sastrawi dan tidak jauh berbeda dengan sastra verbal.
Arsitektur itu sendiri dapat dipahami melalui wacana keindahan, sebab dari
sanalah akan muncul karakteristiknya. Dalam naskah kuno sastra jawa dan kitab
lontara Bugis dapat ditemukan hubungan relevansi antara lingkungan kehidupan
budaya manusia dengan rumah adat yang diciptakannya.
Manusia ,
Budaya dan Arsitek
A. Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal
dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep
atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu.
Sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan
konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya
dengan kekuatan ketuhanan atau makhluh hudup; dalam mitos, mereka juga
seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka
dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat
majemuk serta perkembangan teknologimya, dan terutama berdasarkan kemampuannya
untuk membentuk kelompok dan lembga untuk dukungan satu sama lain serta
pertolongan.
B. Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.
Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Ada
beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur
kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
- Melville J. Herskovits
menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
- alat-alat teknologi
- sistem ekonomi
- keluarga
- kekuasaan politik
- Bronislaw
Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
- sistem norma sosial yang
memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan
diri dengan alam sekelilingnya
- organisasi ekonomi
- alat-alat dan
lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah
lembaga pendidikan utama)
- organisasi kekuatan
(politik)
Contoh Rumah/Bangunan Kebudayaan Indonesia
Rumah
Gadang
Rumah
Sauraja
Rumah
Honai
Rumah
Banjar
Rumah
Joglo
Rumah Sesat
C. C.
Pengertian Arsitek
Seorang arsitek, adalah seorang ahli di
bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan.
Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit
sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat
dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya
untuk memandu keputusan yang memengaruhi aspek bngunan tersebut dalam sisi
astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena
lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior
ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup
kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai
seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkunagan
binaan.
Arti lebih
umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana.
"Arsitek"
berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master
pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun,
tukang kayu).
Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai
pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus
mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan
perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai
direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan
perbaikan atau membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang
disepakati.
Kesimpulannya :
Manusia
dan kebudayaan merupakan salah
satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai
makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikannya secara turun menurun. Di sisi lain manusia juga harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan
pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus
mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu
tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara
kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan
berjalan dengan harmonis dan seimbang.
Setiap daerah mempunyai masing-masing bentuk, cara,
dan tradisi dalam membina suatu kebudayaan agar budaya mereka tetap bertahan,
arsitek pun juga berperan penting dalam membangun budaya dalam segi pembangunan
daerah. Maka dari itu seorang arsitek (manusia) harus menghargai kebudayaan
yang telah terjaga oleh anak bangsa agar tetap dan selalu ada untuk generasi
penerus kita.
Sumber:
-
http://ridwan202.wordpress.com
-
http://id.wikipedia.org
Minggu, 14 November 2010
komposisi dan elemen-elemen komposisi
komposisi adalah tata susunankumpulan elemen yang teratur guna memenuhi kebutuhan dan hasrat psikologis manusia.
B.penerapan komposisi dalam desain
1.keseimbangan
2.irama dan tekanan
3.skala dan proporsi
4.kesatuan yang harmoni
C.elemen desain
1.garis dan bidang
2.tekstur dan pola
3.warna dan caya
4.bentuk dan massa
5.ruang
Teori estetika pada dasarnya dapat di bagi 3 yaitu:
1.Teori estetik formil:keindahan luar bangunan menyangkut persoalan bentuk dan warna.
2.Teori estetik ekspresionis:keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksud dan tujuan atau ekspresinya.
3.Teori estetik psikologis:lebih banyak mengambil dari rasa si perancang.
Senin, 01 November 2010
TUGAS UNTUK MAHASISWA BARU
BAAK
BAAK sendiri merupakan bagian dari apa yang di sediakan oleh universitas
gunadarma.
Dalam hal ini BAAK sangatlah berguna dan dapat sangat berguna untuk
mensejahterahkan mahasiswa/i yang ada di dalam kampus.
BAAK sendiri memungkinkan mahasiswa untuk belajar
mengetahui info apa saja yang sedang beredar dalam dunia perkuliahan.
Mahasiswa bisa berada di
Jakarta ataupun di tempat lain untuk mengakses BAAK tanpa memikirkan tempat dan
waktu untuk mengetahui info apa saja yang tersedia dalam studentsite.
Adapun layanan yang
dipersembahkan oleh BAAK sebagai berikut :
1. KALENDER AKADEMIK
Bertujuan untuk memberi
pengumuman tentang jadwal – jadwal perkuliahan yang ada di dalam universitas
gunadarma.
2. JADWAL AKADEMIK
Bertujuan untuk memberi
pengumuman tentang jadwal – jadwal perkuliahan yang ada di dalam universitas
gunadarma, contohnya :
· Daftar ulang
· Jadwal pengisian KRS PTA 2010/2011, dan
· Perkuliahan PTA 2010/2011
3. NEWS
Bertujuan untuk memberi
pengumuman – pengumuman perkuliahan yang ada di dalam universitas
gunadarma, contohnya :
· Pengumuman tentang smartfren/smartcard
· Pengumuman tentang mata kuliah, dan
· Pengumuman tentang studentsite
Kelebihan :
· Info – info atau pengumuman tidak hanya didapat di kelas tetapi
bisa lewat dunia maya/internet.
· Membuat mahasiswa aktif dan mandiri, tidak hanya menunggu info
pengumuman dari ketua jurusan tetapi juga dapat mencari info – info lainnya
dengan sendiri.
Kekurangan :
· Mahasiswa yang belum terbiasa dengan sistem pemograman ini, akan
kebingungan dan ketinggalan pelajaran.
· Pemakaian secara bersamaan oleh banyak mahasiswa, membuat
terkadang website sulit dibuka
http://baak.gunadarma.ac.id/
referensi : http://franslytherin.blogspot.com/
Rabu, 06 Oktober 2010
funsi rumah dalam status sosial masyarakat
Terinspirasi dari cerita anak yang sedang mengalami depresi karena kegagalan fungsi rumah. Bahasa kerennya broken home. Saya sudah berjanji untuk tidak menceritakan kisahnya kepada orang lain. Walaupun orang tuanya telah mendidiknya dengan limpahan uang *nah loh…!*, tetapi anak ini masih menjaga kehormatan nama baik orang tuanya, malu kalau sampai diketahui tmn2nya. Sungguh anak yang berbakti.
Ok lah, yang akan saya bahas adalah fungsi rumah *karena inti dari cerita anak tsb, dia tidak mendapat kebahagiaan dirumah*. Arti rumah secara sederhana adalah tempat untuk berteduh, menghindari panas matahari dan dinginnya hujan *polos mode on*.
Sekarang rumah sudah menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Dengan rael estate atau perumahan-perumahan dari type sederhana sampai elit. Bentuk bangunan juga tidak sederhana lagi, fasilitasnya juga sangat beragam sehingga rumah menjadi standar status sosial masyarakat tertentu dan menjadi kebanggaan tersendiri.
Sangat disayangkan rumah saat ini telah banyak bergeser fungsi dari tempat pendidikan informal untuk mendidik anak2nya dengan akhlak n akidah yang baik, berubah fungsi menjadi bioskop, restoran, hotel, kuburan. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan singkat di bawah ini : *bu guru mode on*
1. Bioskop; rumah yang dari pagi sampe malam tidak berhenti menyalakan televisi. Kebisingan suara hiburan dari pagi sampai malam mewarnai suasana rumahnya sehingga semua akan asyik dengan bioskopnya masing-masing.
2. Restoran; rumah yang hanya digunakan sebagai tempat makan. Pagi sebelum pergi, rumah telah tersedia makanan untuk sarapan. Lalu siang pulang makan lagi n malam setelah semua urusan selesai pulang kerumah untuk makan malam *kalo gak makan di luar*..
3. Hotel; rumah yang hanya bisa menyediakan tempat tidur yang empuk sebagai tempat istirahat setelah seharian penuh beraktivitas. Tidak sempat berkomunikasi antara anggota keluarga satu dengan lainnya karena masing2 sibuk dengan kegiatannya.
4. Kuburan; rumah yang sepi dan menyeramkan. Sebagian rumah juga hanya berfungsi saat malam hari ketika sudah kelelahan dan capek sepulang dari kerja dari pagi sampai malam hari. Dan yang menikmati fasilitas rumah hanya pembantu rumah tangga dan security saja.
Itu perubahan fungsi rumah yang sering terjadi skrg.
Bagaimana Anda memfungsikan rumah yang Anda tempati skrg? Atau Anda punya tipe rumah lain yang juga lagi tren saat ini?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). (An-Nahl, 80)
PENGARUH PENDAPATAN KELUARGA DAN STATUS SOSIAL LINGKUNGAN TERHADAP BESARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KARANGMALANG SRAGEN TAHUN 2008
Manusia yang tinggal di daerah perkotaan kebutuhan konsumsinya akan lebih beragam dari pada manusia yang tinggal di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan perbedaan pola hidup masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor status sosial lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan pendapatan keluarga terhadap besaran konsumsi (2)Untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan status sosial lingkungan terhadap besaran konsumsi (3)Untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan pendapatan keluarga dan status sosial lingkungan terhadap besaran konsumsi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif asosiatif dengan melakukan uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh penduduk kecamatan Karangmalang Sragen. Sampel sebanyak 50 keluarga, sampel diambil dengan tehnik kuota sampling. Data diperoleh dari hasil angket dan dokumentasi. Tehnik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1)Uji t menunjukkan bahwa pendapatan keluarga berpengaruh signifikan terhadap konsumsi keluarga. Hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas thitung untuk variabel pendapatan keluarga sebesar 0,000 (ρ < 0,05), maka Ho ditolak (2)Uji t menunjukkan bahwa status sosial lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi keluarga. Hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas t hitung untuk variabel status sosial lingkungan sebesar 0,011 (p < 0,05), maka Ho ditolak (3)Uji F menunjukkan bahwa pendapatan keluarga dan status sosial lingkungan berpengaruh signifikan terhadap konsumsi keluarga. Hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas F hitung sebesar 0,000 (p < 0,05), maka Ho ditolak. Untuk variabel pendapatan keluarga SE= 67,03%, dan SR= 84,02%, sedangkan variabel status sosial lingkungan SE= 15,98%, dan SR= 12, 75%.
daftar pustaka:nuritaputranti.wordpres.com,
PRAKOSO,ADITYA BUDIMAN(2009)
ON THE JOB TRAINING MAINTENANCE JALAN
TEKNIK PERBAIKAN PERKERASAN JALAN DAN JENIS PERKERASAN JALAN 1.1 Latar Belakang Sarana infrastruktur jalan mempunyai peran yang s...
-
PERENCANAAN DAN PENJADWALAN PERAWATAN gambar 1.1 Urutan Masalah A. PENGERTIAN MAINTENANCE Maintenance / perawatan, adalah kombinasi aktiv...
-
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , - H UKUM adalah (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikuku...
-
Secara umum Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke...










